Cari Blog Ini

Memuat...

Total Tayangan Laman

Rabu, 25 Januari 2012

BERSATULAH, jangan seperti orang yang bercerai-berai

Segala puji hanya miik Allah SWT, Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah untuk Nabi Muhammad SAW.

Paling agungnya nikmat dalam kebersamaan adalah bahwa adanya penyatuan hati dan ikatan hati diantara kita. Dan paling buruknya nikmat dalam suatu hidup kebersamaan adalah perpecahan dan bercerai-berai. Di sana banyak hadits dalam lmu psikologis dan ilmu jiwa apa saja yang menyebabkan timbulnya perpecahan. Dan mereka telah meletakkan berbagai macam pemecahan untuk itu. Dan ketika kita melihat Al-Qur’an, kita menemukan ini dalam suatu ayat. Itulah keadaan Al- Qur’an sebagai suatu mukjizat, ia mendatangkan dari berita yang besar dalam suatu kalimat efektif.

Allah menyebutkan dari umat terdahulu yang telah mendahului kita. Mereka adalah kaum Nasrani, merek a mengikuti Nabi Isa AS, lalu terjadi masalah besar dalam agama mereka. Itulah yang menyebabkan perpecahan dalam diri mereka. Dan ayat menggambarkan kondisi manusia. Hal ini berulang-ulang, dan menyebabkan pengulangan dalam setiap kejadian, di setiap zaman dan tempat, di setiap pertemuan, dan di setiap kebersamaan, terutama dalam setiap perkumpulan karena Allah SWT. Allah berfirman:
“Dan diantara orang-orang yang mengatakan: Kami ini orang-orang nasrani”, kami telah mengambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperintahkan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat.” (Al- Maidah, 5:14)
Inilah pondasi utama dalam setiap kita berkumpul dan bersama. Kenapa Allah SWT menyebutkan ini dalam ayat ini? Agar tidak terjadi hal yang sama. Dan Allah menyebutkan kapan terjadinya.

Dalam suatu kitab dikatakan bahwa diantara orang nasrani, Allah SWT telah mengambil perjanjian diantara mereka. Mengambil pelajaran di sini maksudnya adalah orang itu mengenal atau mempunyai ilmu terhadapajaran Allah SWT. Dan dia telah mengetahui tentang kewajiban terhadap Allah SWT serta mengetahui kewajiban Da’wah. Dia telah mengetahui tentang sunnah dan kewajiban untuk mengikutinya. Setiap apa yang kau ketahui itu sudah merupakan perjanjian terhadap Allah SWT. Dan di hari kiamat setiap orang akan ditanya tentang apa yang dia ketahui.

“setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya (neraka), penjaga-penjaga (neraka itu) berkata: “apakah belum ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu?” (QS. Al-Mulk, 67: 8)
“..kami tidak akan menyiksa sebelum kami mengutus seorang Rasul.” (QS. Al-Isra’,17: 15)
“maka ketahuilah, bahwa tidaka ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah.”
(QS. Muhammad,47:19)

Dan siapa yang tidak ikut terhadap Rasul padahal telah jelaskepadanya petunjuk? Barang siapa yang telah jelas kepadanya petunjuk tapi ia tidak komitmen kepada petunjuk tersebut, maka Allah akan menagih perjanjian itu.

Lalu apa yang terjadi? Terjadi bahwa sebagian jiwa manusia: LUPA. Melupakan apa yang telah diperingatkan kepada mereka. Lupa mengandung dua makna dalam Al-Qur’an.

Makna pertama adalah tiadanya ilmu. Seperti dalam surat Al-Kahfi, bahwa sesungguhnya syaitan telah membuatnya lupa. (QS. 18:63). Inilah tidak adanya ilmu. Makna lupa yang kedua adalah meninggalkannya. Inilah yang di maksud dengan yang di surat Al-Maidah ayat 14 di atas. Maka barang siapa yang meninggalkan sesuatu yang telah diketahuinya, itulah lupa. Seperti dalam suatu ayat,
“Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula).” (QS. At-Taubah, 9:67)
Mereka meningglakan ajaran Allah, mereka meninggalkan ketaatan kepada Allah, dan mereka melalaikan perintah Allah. Kaum Bani Israil, mereka melupakan apa yang telah diperingatkan kepada mereka, dikatakan dalam suatu ayat:
“Dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan (Hazhzhan) yang telah diperingatkan kepada mereka (Dzikkruu bihi).” (QS. Al-Maidah: 13)
“Hazhzhah”. Apa itu Hazhzhah? Hazhzhah artiya adalah sebagian atau bagian kecil. Allah menjelaskan bahwa mereka telah meninggalkan  sebagian kecil dari ajaran yang telah diingatkan kepada mereka. Inilah sebabnya terjadinya persatuan dan di sinilah sebab terjadinya perpecahan. Jadi. Ketika meninggalkan sebagian dari apa yang telah diajarkan kepada mereka, maka di sinilah sebab timbulya perpecahan. Terutama dalam masalah-masalah besaryang menyangkut masalah pondasi agama, serta pegangan prinsip agama.
Allah SWT berfirman:
“.. maka Kami timbulkan permusuhan damn kebencian dantara mereka…”
(QS. Al-Maidah, 5:14)

Apa artinya “Aghroiyna”? apa artinya Al-Ighro? Al-Ighro artinya mendorong ulang. Artinya bahwa permusuhan menjadi sesuatu yang dia sukai . maka dia menjadikan perpecahan itu sebagai sesuatu yang dia senangi. Apa sebabnya? Karena mereka melupakan sebagian dari apa yang telah diingatkan dari Allah SWT kepada mereka. Inilah ringkasan dari seluruh persoalan.

Bukan berarti kita meninggalkan persoalan lain tapi, ini masalah utama. Ketika kita ingin istiqomah dan kita ingin persatuan yang kuat dan kebersamaan yang kuat, maka hendalah kita melihat makna ayat ini dan kita melakukan apa yang dilakukan oleh para sahabat: setiap diperintahkan mereka melaksanakan, setiap dilarang mereka meninggalkannya. Karena itu mereka bersatu. Maka dikatakan mereka seperti satu hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar